Kamis, 06 Desember 2012

INDAHNYA KOTA DI MALAM HARI

 LONDON
 

 NIAGARA FALLS

 












 PARIS













TORONTO

BRAZIL














SINGAPORE
 

10 Film


Saat berkencan: "50 First Dates"
Hal terburuk dalam hidup adalah kehilangan ingatan kita, baik ingatan baru ataupun lama. Tetapi bila hal terburuk yang kita alami itu dapat membawa hal yang baik, akankah menyenangkan bukan? More or less itulah yang diceritakan film ini.

Wanita mana yang tidak ingin memiliki kekasih seperti karakter yang dimainkan Adam Sandler di film ini yang melakukan segala usaha untuk membuat Drew Barrymore jatuh cinta padanya setiap hari. Dengan mengajak pasangan Anda menonton film ini di saat kencan mungkin bisa menjadi sindiran kecil padanya.

Saat sedang bosan dengan hubungan cinta: "500 Days of Summer"
Dari narasi awal film ini sudah dengan jelas mengatakan bahwa “this is not a love story”. Terkadang pada saat kita jatuh cinta pada seseorang kita menjadi naif. Kita langsung percaya bahwa he or she is the one. Dan pada saat hubungan tidak berhasil, kita akan berusaha keras untuk mencari penyebabnya. Padahal jawabannya sederhana, tidak berjodoh.

Perjalanan cinta Gordon Joseph-Levitt pada Zooey Deschannel selama 500 hari yang rumit itu sedikit banyak mirip dengan kisah cinta kita yang gagal. Tapi di sisi baiknya, semua orang pasti akan merasakan cinta dan akan bertemu dengan jodohnya, termasuk mereka yang selalu sinis terhadap romansa.

Usai putus cinta: "Addicted to Love"
Setelah hubungan berakhir terkadang ada rasa ingin sedikit balas dendam pada mantan pasangan karena telah membuat kita sakit hati, apalagi bila si mantan sudah punya pasangan baru.

Film ini bercerita tentang Meg Ryan yang awalnya berencana untuk mendapatkan mantannya kembali dan berujung balas dendam pada mantan pasangannya dan pada akhirnya malah menemukan cinta baru di dalam proses balas dendamnya.

Kita tidak pernah tahu kapan Cupid akan menembakkan panah cintanya pada kita kan? Film ini membantu untuk membuat kita tetap menjaga harapan di dalam hati kita bahwa kita akan menemukan pasangan yang lebih baik untuk kita suatu hari nanti.

Film untuk membuat kita tegar: "Eternal Sunshine of the Spotless Mind"
Film ini bisa sangat menyayat hati. Terkadang kita sangat mencintai seseorang yang kita tahu tidak baik untuk kita. Sulit untuk menolak dan melupakan orang itu. Rumitnya masalah cinta adalah, kita mungkin bisa  menghapus memori, tapi tidak semudah itu menghapus perasaan kita.

Pesan moral dari cerita ini: sakit karena mengalami patah hati adalah proses yang harus dihadapi dalam hidup, suka ataupun tidak. Kita tidak bisa menghindarinya, tidak bisa menghapusnya, hanya perlu waktu untuk menjalaninya.

Usai mengalami hari yang menyebalkan: "Despicable Me"
Tidak perlu penjelasan panjang, film ini sangat menghibur. Setelah melewati hari yang melelahkan dan kurang menyenangkan, tertawalah dengan kekonyolan para minion di film ini. Seketika, mood Anda akan membaik dan Anda kembali bersemangat.

Di saat kita butuh inspirasi: "Pay It Forward"
Film ini bercerita tentang sebuah gerakan melakukan kebaikan, di mana jika seseorang membantu tiga orang melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan orang-orang itu, dan penerima kebaikan tidak boleh membalas budi pada orang yang membantunya melainkan dengan melakukan kebaikan lagi kepada tiga orang lainnya. Satu ide kecil dapat membawa perubahan besar pada manusia.

Wajib ditonton bersama sahabat wanita: "Sex and The City"
Pertemanan antara Carrie, Samantha, Miranda dan Charlotte dalam film ini dapat kita refleksikan sedikit banyak dalam pertemanan bersama sahabat wanita. Selain itu, wardrobe film ini selalu mengundang decak kagum para wanita jadi tidak perlu alasan lain lagi untuk tidak menontonnya bersama dengan para sahabat wanita kita 'kan?

Film saat hari hujan atau mendung: "Serendipity"
Saya penggemar film romantis. Paling tepat menonton film jenis ini bagi saya adalah saat hujan rintik atau mendung. Cuaca ini mendukung visualisasi saya akan fantasi tentang romansa.

Bertemu dengan orang yang asing dengan cara yang menarik, lalu muncul insting bahwa kita memang ditakdirkan untuk bersama, selalu menjadi fantasi setiap wanita. Walau tetap ada hambatan yang harus dilalui tetapi film ini seperti ingin menunjukkan kebenaran pepatah yang mengatakan, “ketika kita bertemu dengan jodoh kita, kita pasti akan tahu."

Saat sedang butuh "me time": Film-film "Harry Potter"
Saya sangat suka dengan mitos dunia sihir, bahkan sejak kecil saya mendambakan untuk memiliki kemampuan menyihir. Cerita Harry Potter langsung membuat saya jatuh cinta setelah membaca buku-bukunya, sehingga menonton filmnya berulangkali menjadi guilty pleasure tiap kali ingin waktu untuk diri sendiri.

Saat sedang kumpul keluarga: "Click"
Film saat sedang bersama keluarga tak harus tentang anak kecil dan keluarga yang selalu terlihat bahagia. Sebab pada dasarnya kita sering mengeluh berbagai hal tentang hidup. Seandainya ada tombol stop, flash back dan fast forward dalam hidup, rasanya hidup akan lebih mudah.

Dibutakan oleh keinginan ini, kita menjadi lupa bahwa setiap momen dalam hidup sangatlah penting. Jangan sampai kita melewatkannya, dan penyesalan akan datang pada saat kita tua nanti.

10 Drama Thailand


1. CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE (2011)
Film yang box office ketika ditayangkan di beberapa negara ini too-cliche-to-be-true. Tapi karena keklisean tersebut penonton lebih bisa meresapi betapa manisnya cinta pertama.
Memasang wajah tampan Mario Maurer dan si cantik Pimchanok Luevisetpaibool, CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE berkisah tentang kegalauan Nam. Gadis 14 tahun dengan dandanan ala itik buruk rupa ini sedang jatuh cinta dengan kakak kelas yang bernama Chone. Masalahnya, bisakah cowok tampan seperti Chone jatuh dalam pelukan Nam?

2. HELLO STRANGER (2010)
  HELLO STRANGER menjadi salah satu film komedi terlaris Thailand di tahun 2010. Berkisah tentang pertemuan dua orang asing ketika melakukan tour di Korea dan kemudian saling jatuh cinta.
Menonton film ini membuat kita ingat dengan film Hollywood seperti BEFORE SUNRISE (1995), SERENDIPITY (2001) sampai LOST IN TRANSLATION (2003) namun dengan cerita lebih ringan, menguras tawa dan tentu saja, menguras emosi ala drama Asia.

3. BANGKOK (TRAFFIC) LOVE STORY (2009)
Kadang kita sering menertawakan betapa lebay sinetron di televisi. Tapi film komedi terlaris di Thailand satu ini malah mengadopsi hal too much tersebut untuk menjadi bahan tawa dan terbukti: berhasil!
Dengan klise BANGKOK (TRAFFIC) LOVE STORY bercerita tentang sosok Mei Li (Cris Horwang), wanita berusia thirty something yang tak sengaja bertemu seorang pria di stasiun kereta dan kemudian jatuh cinta. Sayangnya, untuk mendapatkan cinta Loong (Theeradej Wongpuapan), Li harus berjuang ekstra tenaga.

4. THE LOVE OF SIAM (2007)
Film yang banyak mendapat penghargaan ini sempat menuai kontroversi karena materi promosi sangat bertentangan dengan isi film. Beruntungnya hal tersebut malah membuat film ini mendapat banyak pujian kritisi dan sukses secara finansial.
Berkisah tentang lika-liku pencarian jati diri antara dua sahabat bernama Mew (Witwisit Hiranyawongkul) dan Tong (Mario Maurer). Dimana tanpa mereka sadari sedang tumbuh perasaan bernama cinta dalam hati dua remaja pria ini.

5. BANGKOK LOVE STORY (2007)
Berseting di sudut kelam kota Bangkok, kita akan dibawa pada kisah percintaan sesama jenis antara Mhek (Rattanaballang Tohssawat) dan It (Chaiwat Tongsaeng). Mhek adalah seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan membunuh It. Sayangnya, takdir berkata lain. Dua pria ini malah jatuh cinta disaat dan waktu yang tidak mudah.
Meski berkisah tentang pasangan gay, Poj Arnon, sang sutradara, tak menghadirkan film ini dengan klise. BANGKOK LOVE STORY justru disajikan dengan penuh emosi. Tak heran jika banyak penghargaan menghampiri mereka seperti dalam 34th Brussels International Independent Film Festival sampai jadi Opening Night Selection untuk Hong Kong Lesbian and Gay Film Festival 2007.

 
6. COOL GEL ATTACKS (2010)
Invasi Alien ala Hollywood pasti udah biasa kita tonton. Tapi bagaimana kalo alien ini bentuknya lucu dan menyerang penduduk di sudut Thailand dengan kelakuan abnormal?
Menceritakan dua keluarga yang awalnya hidup rukun berdampingan. Teerachai (Jaturong Phoboon) adalah pengusaha bakpao isi daging babi. Sedang Maew (Jim Chuanchen) adalah pengusaha es batu. Pertikaian di mulai ketika usaha masing-masing mulai sukses dan Maew merasa dia jadi korban karena asap dari kompor pembuatan bakpao sedikit banyak mengganggu kinerja dalam membuat es batu. Teerachai yang tidak mau memindah cerobong asap dengan alasan hoki jelas membuat pertengkaran dua tetangga ini semakin menjadi.
Beberapa tahun berlalu, drama kecil layaknya Romeo dan Juliet terjadi ketika Moo-Dang (Peak Pattarasaya) anak dari Teerachai, jatuh cinta dengan keponakan Maew, Sommhai (Fred Nattaphong). Dan disaat yang bersamaan pula, rumah mereka telah diinvasi oleh mahluk berbentuk seperti ulat berwarna biru yang ukurannya makin membesar jika terkena panas. Nah, mau nggak mau dua kelompok yang saling bersitegang ini harus bersatu untuk mengalahkan monster demi keamanan dunia.

7. UNCLE BOONME (2010)
Drama yang menyabet gelar Palme d'Or di ajang Cannes 2010 ini terinspirasi dari buku berjudul A Man Who Can Recall past Lives karya Phra Sripariyattiweti. Berkisah tentang Boonme (Thanapat Saisaymar) yang tengah berada dipersimpangan antara hidup dan mati karena penyakit gagal ginjal. Dia memilih untuk menghabiskan sisa hidup di tempat terpencil di kaki gunung bersama adik iparnya yang pincang bernama Jen (Jenjira Pong) serta keponakan mereka, Tong (Sakda Kaewbuadee).
UNCLE BOONME bukanlah film yang mudah dinikmati setiap orang. Drama yang disutradarai oleh Apichatpong Weerasethakul adalah film mistik fantasi bergaya surealis kental. Menontonnya harus butuh kesabaran untuk menerjemahkan makna dari gambar yang tersaji.

 
8. YES OR NO (2011)
Diadaptasi dari buku berjudul Yes Rak Nee Chai Leay & No Kor Wo Jai Mai Rak karya Lalanon. Film yang disutradarai oleh Sarasawadee Wongsompetch ini mengklaim dirinya sebagai film lesbian pertama di Negeri Gajah Putih tersebut.
Pai (Aom Sucharat Manaying) yang tinggal di asrama khusus cewek dekat kampus memilih pindah kamar karena teman satu roommate-nya yang bernama Jane (Arisara Thongborisut) dan kebetulan lesbian, selalu ribut dengan pacarnya. Setelah pindah, bukannya tenang, Pai malah sekamar dengan Kim (Suppanad Jittaleela) seorang lesbian yang condong kearah cowok. Merasa semakin tak nyaman, Pai meminta pindah kamar lagi.
Sayangnya Pai tak beruntung karena guru pengawas tidak mengizinkan dia pindah. Akhirnya, Pai pun terpaksa tinggal bersama Kim dengan banyak peraturan seperti tidak boleh terlalu berisik, bahkan membuat batas garis wilayah di kamar mereka.

 
9. SUCKSEED (2011)
Dikembangkan dari film pendek berjudul SUCK3/2SEED drama komedi satu ini sukses menghipnotis publik Thailand dan negara tetangga. Demam SUCKSEED juga sempat melanda tanah air ketika film yang disutradarai oleh Chayanop Boonprakob ini tayang di jaringan Blitz.
Bercerita tentang tiga loser yang sudah bersahabat sejak SD hingga duduk di bangku SMA. Mereka adalah Eped (Jirayu La-ongmanee), Koong (Patchara Jirathiwat) dan Ex (Thawat Pornrattanaprasert) yang berkeinginan kuat membentuk sebuah grup band beraliran rock bernama Koong and Friends.

10. FRIENDSHIP (2008)
FRIENDSHIP adalah drama romantis rilisan tahun 2008 yang dibintangi oleh Mario Maurer dan Apinya Sakuljaroensok. Film yang disutradarai oleh Chatchai Naksuriya ini bercerita tentang kisah cinta pertama sepasang remaja dan perpisahan yang harus mereka hadapi.
Dengan alur flashback kita akan dibawa pada sosok Singha dewasa yang menghadiri reuni SMA-nya. Dari reuni tersebut, Singha berharap bisa bertemu dengan Mituna, sahabat sekaligus gadis yang menjadi cinta pertamanya di sekolah. Namun Mituna tak datang. Dia menghilang dan tak pernah kembali sejak perpisahan menyakitkan di hari kelulusan mereka.